Minggu, 06 April 2014

Ruang Tunggu Stasiun Tugu

Hari itu...
Sudah hampir gelap. Aku memasuki lorong yang membawaku ke ruang tunggu. Aku duduk sendiri. Riuh..Ramai.. tak ada ketenangan ! Terbayang wajah seseorang yang mengantarku kemari. Tak seharusnya aku disini ..tak seharusnya ! Berkumpul dengan orang-orang yang menunggu kereta dengan berbagai tujuan. Mataku menerawang ke langit-langit berpuing besi. Lalu ke sekumpulan anak kecil yang sibuk berlarian... seperti hidupnya tanpa beban. Berpindah lagi ke segerombolan anak muda dengan tas besarnya.... tapi aku tetap melihat sosok itu lagi ! Sosok yang membawaku kemari. Lalu aku beranjak dari bangku. Kumasuki pintu di ujung stasiun. Aku berkaca .... hina sekali aku hari ini. Tak hanya hari ini, mungkin selamanya. Penyesalan menertawakanku sepanjang perjalanan. Dan aku melihat sosok itu di bias kaca... dia tertawa  "Bodoh..Mau saja kau menjadi mainanku !" Lalu aku berlari keluar. Berjalan menuju peron-peron. Kapan keretaku datang membawaku pergi dari kota terlaknat ini ? Aku hanya ingin pulang. Menangis di hadapan Tuhan. Kuamati lekukan rel yang memanjang berkilo jauhnya. Namun aku melihat sosok itu dengan senyum sinis memandang tajam ke arahku. Kali ini aku berani menatapnya dengan penuh kebencian. Tak seharusnya aku disini...tak seharusnya !!! Di ruang tunggu stasiun tugu... Aku bersumpah di hadapan Tuhan... aku membenci orang itu... tak terkecuali diriku !
Terutama diriku !!!

04 Januari 2014.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar