Tak hanya kamu
,Risa. Aku kini juga berada di alam Sunyaruri. Alam kekosongan. Sendirian itu menyenangkan. Tapi jika terlalu lama sendiri itu bisa berubah menjadi kesepian. Semuanya yang ku inginkan sudah
Tuhan wujudkan untuk aku. Termasuk kuliah di kota ini. Tapi aku selalu ingin
kembali ke masa dimana aku selalu semangat bangun pagi untuk bertemu dengan teman-temanku.
Seberat apapun bebanku dulu..aku selalu senang menjalaninya. Tapi kini
teman-temanku sedang mengejar mimpinya masing-masing. Aku merasa kehilangan.
Tapi Risa... hidup tanpa mereka bukan berarti aku tak punya teman baru. Di kota
tempat aku tinggal sekarang membuatku berkenalan dengan banyak orang. Tak
semuanya buruk Risa... diantaranya baik padaku. Tapi mengapa aku tetap merasa
kesepian? Aku pikir aku tak hanya kehilangan teman-temanku.Aku kehilangan sesuatu
yang tak bisa diungkapkan. Yang aku sendiri tak tau mengapa aku begitu sedih
saat menyadari semuanya.Dan parahnya lagi Risa... muncul banyak orang baru
dalam hidupku yang memperburuk keadaan. Aku pikir tadinya orang ini bisa
membuatku tak kesepian lagi. Dan dia berkata bahwa dia akan menyayangiku. Aku lupa
Risa jika dari awal dia hanya mencoba menyayangiku. Hanya mencoba. Dan aku
sudah terlanjur menyayanginya terlebih dahulu. Aku lupa bahwa ini Cuma
perjanjian. Konyol sekali bukan. Dan saat dia meninggalkanku... aku menjadi
lebih kosong dari sebelumnya. Jujur Risa ...aku hanya butuh seseorang untuk mendengar keluh
kesahku tanpa memojokan aku. Tak peduli entah itu laki-laki atau perempuan. Aku
hanya butuh teman bicara Risa ! Sangat butuh. Aku melupakan masa depanku.
Semuanya meredup. Tak ada lagi semangat seperti dulu. Aku sendiri tak tau
sampai kapan aku akan terus seperti ini ? Menjauh dan menjadi orang lain yang
sama sekali bukan aku. Ini sangat menyiksa. Aku ingin pulang. Tapi setiap aku
pulang ke rumah aku tak merasa puas. Mungkin maksudku aku ingin pulang ke rumah
Tuhan. Tapi tidak Risa...aku bukan orang yang sebodoh itu ! Aku selalu
mengingat orang tuaku yang membutuhkanku. Aku pikir aku belum cukup
membahagiakan orang tuaku dengan hanya duduk di bangku kuliah tanpa gelar
sarjana. Aku yakin orang tuaku ingin melihatku memakai toga. Melihatku bekerja.
Melihatku menikah dengan orang yang menyayangiku. Menemani hari-hari tuanya. Tapi
bagaimana bisa aku seperti ini setiap hari ? Sedangkan orang tuaku sangat
berharap pada seorang aku yang pengecut. Aku bersyukur masih ada teman yang
selalu mengajaku makan bersama tanpa aku harus makan sendirian. Yakinlah
Risa... makan seenak apapun jika sendirian itu menjadi biasa saja. Tapi... tak hanya makan,aku butuh seseorang yang menemaniku melihat pertunjukan tari, menonton konser band indie, dan teater. Kota ini sangat indah di malam hari.
Banyak yang bisa dikunjungi Risa. Semoga aku cepat bertemu dengan orang yang bisa
menemaniku melakukan hal-hal yang tak hanya aku sukai tapi juga dia.. Bicara soal teman... sepertinya
menyenangkan berteman dengan makhluk selain manusia. Membaca bukumu membuatku
berpikir hal-hal yang selama ini kutakuti. Kau bilang... mereka hanya butuh di
dengar bukan ? Aku ingin sekali bertemu teman-temanmu juga. Tapi Risa...aku
selalu takut menatap mata mereka yang dingin. Namun dari bukumu membuatku sadar..bahwa
mereka bukan untuk ditakuti. Sosok Ain ,Mara dan Dara yang lucu dan polos. Aku ingin
mempunyai teman-teman kecil sepertimu. Yang saat kau tumbuh dewasa mereka tak ikut tumbuh bersamamu, mereka tetap
saja kecil dan menggemaskan. Andai saja aku mempunyai keberanian mengajak
mereka bicara sepertimu. Kau hebat Risa ! Semoga teman-temanmu cepat kembali ya
Risa. Agar kau tak kesepian sepertiku. Juga aku. Semoga akan segera kutemukan
seseorang yang membawaku keluar dari alam Sunyaruri yang menyiksa ini.
Perjalananku sungguh masih panjang Risa... Aku harus kembali semangat
mewujudkan mimpi-mimpiku. Semoga alam yang begitu hening ini membuatku lebih
dewasa dan menjadikanku orang yang lebih baik. Semoga......
Jogja-Solo, 11 April 2014
Jogja-Solo, 11 April 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar