Dunia tak lagi sama
Hidup ini menjadi
asing
Aku sedih untuk
sesuatu yang tak kutau
Aku galau untuk
sesuatu yang tak ada
Dan jari ini ingin
menunjuk sesuatu yang bisa menjadi sebab tapi tak kutemukan apa-apa
Pada saat yang
sama..seluruh sel dalam tubuhku berkata lain
Mereka tahu sesuatu
yang tak bisa digapai pikiran
Apa rasanya ....jika
tubuhmu sendiri menyimpan rahasia darimu ?
Dee- Rectoverso
Satu tahun
yang lalu.... kuputuskan untuk melanjutkan kuliah di luar kota. Jauh di dalam
hatiku aku tidak mau tinggal sendirian Tuhan. Tidak mau ! Aku tetap ingin
tinggal di rumah bersama keluargaku. Dari awal ,aku memang bukan anak yang baik
untuk keluargaku. Diantara saudaraku aku lah yang paling bebal. Entah mengapa
aku mengalami kesusahan mengungkapkan emosiku sendiri. Aku susah mengungkapkan
rasa sayangku pada orang lain bahkan keluargaku. Mungkin ini alasanya mengapa mereka menganggapku
orang yang paling tidak peka. Bukanya tidak peka... aku hanya tidak tau
bagaimana mengungkapkan perasaanku. Aku memang aneh !
Awal
kuliah diluar kota sendirian memang bukan perkara mudah. Aku menemui banyak hal
baru. Segalanya terasa asing. Ini salah satu fase tersulit dalam hidupku. Di
Jogja..tempat dimana aku kuliah ,aku tidak hanya belajar tentang ilmu, tapi
yang tersulit adalah belajar hidup. Bagaimana jauh dari orang tua... berada di
ruangan 3x3m ,dan yang paling menyebalkan adalah beradaptasi. Aku benci
adaptasi dengan lingkungan baru. Tapi aku bersyukur kau memberiku teman-teman
yang baik Tuhan. Aku juga sangat menyukai kampusku. Meski tak jarang aku bertemu
orang yang bermaksud tidak baik padaku. Aku takut.. tapi bagaimana lagi ?! aku
benci saat sendirian, aku selalu ingin pulang ke rumah, berkumpul bersama ayah,
ibu dan kedua saudaraku. Aku tidak pernah menceritakan segala kesedihanku disini. Aku
hanya tidak mau membuat keluargaku khawatir. Aku selalu bercerita bahwa aku bahagia, menceritakan
teman-temanku yang menyenangkan, yang selalu mengajaku makan dan jalan-jalan
bersama. Tapi sepertinya.... mereka salah paham. Mereka pikir ..aku hanya
bersenang-senang saja di Jogja dan tidak fokus kuliah. Di dalam pikiran
keluargaku tertanam bahwa aku ini anak yang buruk. Yang tidak pernah serius
sekolah, yang berkumpul dengan orang-orang yang buruk ,dan selalu merepotkan.
Ayah dan ibuku adalah orang yang baik, bagaimana bisa aku melakukan hal yang
tidak pantas seperti merokok, bermain dengan orang-orang bertabiat buruk, dan
melakukan perbuatan yang tidak seharusnya. Sedikitpun tak pernah
terpikirkan Tuhan... Tidak pernah !
Tujuanku
kuliah disini tidak hanya menuntut ilmu, tapi bagaimana setelah aku lulus dan
menjadi pribadi yang jauh lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain. Tapi
Tuhan.... Orang tuaku terlalu menuntut lebih dariku. Satu tahun ini aku hanya
perlu beradaptasi, mengenal kehidupan baruku. Tidak mudah Tuhan... sungguh ! Orang
tuaku selalu menyalahkan... tapi mereka lupa aku juga butuh didengar. Aku hanya
butuh didengar Tuhaaaan !! Aku benci jika mereka menyalahkanku...mengapa kuliah
di luar kota membuatku berubah menjadi orang yang lebih buruk dan masih saja
bebal.
Tuhan....
sekali saja aku ingin dimengerti. Bisakah ayah dan ibuku mendengarkanku ? Aku
tidak bahagia hidup disini Tuhan... aku hanya ingin di rumah. Tapi bagaimana
bisa pulang ke rumah saat keluargaku mulai merasa asing padaku ? Bagaimana bisa
rumah sendiri menjadi tidak nyaman ? Lalu ...aku harus pulang kemana Tuhan ? Saat
aku memutuskan untuk pulang ke rumah 3 minggu sekali justru mereka mengira aku
hanya ingin melarikan diri dari pekerjaan rumah dan bersenang senang di Jogja
dengan temanku. Entah kenapa mereka selalu berpikir buruk ? Aku merasa sangat
sedih Tuhan. Aku ini harus bagaimana ?
Aku
terlalu sombong memendam segala kesedihanku sendirian. Menghadapi kenyataan
bahwa aku mendapat tekanan dari manapun dan aku tidak sekuat itu. Aku butuh
seseorang untuk mendengarkanku. Aku
selalu berdoa... semoga aku bisa menjadi apa yang orang tuaku inginkan. Entah
bagaimanapun caranya. Untuk ibuku... yakinlah... aku tidak akan berubah menjadi
lebih buruk. Aku ini tetap anak ibu yang mungkin masih saja bebal dan pasti
bisa menjadi lebih baik ! Aku berjanji suatu saat kalian akan bangga padaku.
Aku janji akan menjadi pribadi yang baik. Tapi tidak sekarang.... semuanya
butuh proses. Biarkan aku beradaptasi dengan duniaku sekarang. Ini tidak mudah Bu...sungguh!!
Aku masih saja menyimpan segala ketakutanku sendirian. Tuhan..Karena
keluargaku tidak bisa mengerti aku... semoga aku bisa menghadapinya sendiri.
Sesulit apapun....Aku tau kau selalu bersamaku Tuhan. Bukan bermaksud menghinamu dengan ketakutanku ini. Maafkan segala kesalahanku Tuhan......